web log free Pedoman Reksa Dana Syariah
Read Time1 Minute, 34 Seconds

Berinvestasi sesuai dengan prinsip-prinsip islam dapat menawarkan banyak manfaat bagi muslim dan non-muslim. Reksa dana syariah mendorong proses investasi yang disiplin dan pemantauan keamanan yang mendalam. Investasi halal membutuhkan keputusan investasi yang harus dibuat sesuai dengan prinsip-prinsip islam.

Pada tahun 1984, Dr. M. Yaqub Mirza menyarankan gagasan untuk membuat reksa dana AS pertama yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip islam. Sebagai pendekatan berbasis iman untuk manajemen investasi, investor sering menganggap investasi ini sebagai kategori investasi yang etis atau bertanggung jawab secara sosial.

Gambar terkait

Prinsip-prinsip islam mengharuskan investor berbagi dalam untung dan rugi, yang berarti mereka tidak menerima bunga (riba), dan bahwa mereka tidak berinvestasi dalam bisnis yang dilarang oleh hukum islam atau syariah. Sebelum berinvestasi, suatu perusahaan dana syariah perlu untuk mengevaluasi kegiatan bisnis dan laporan keuangan investor untuk menentukan darimana pendapatan utamanya berasal dan bagaimana neraca keuangan dikelola. Perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu akan halal atau diizinkan. Jika tidak memenuhi kriteria, berarti akan menjadi haram, atau tidak diizinkan.

Interpretasi hukum islam yang diterapkan pada kegiatan bisnis dan pedoman reksa dana syariah dapat bervariasi. Ada banyak standar berbeda, dan oleh karena itu investor muslim sering mengandalkan bimbingan dari para cendekiawan islam untuk membantu menentukan apakah suatu investasi itu halal. Investasi yang secara universal dianggap tidak dapat diterima oleh reksa dana islam adalah perusahaan-perusahaan yang kegiatan bisnis utamanya melanggar prinsip inti Islam. Seperti pembuatan atau pemasaran alkohol, aktivitas perjudian, jasa keuangan berbasis bunga konvensional, bisnis daging babi dan produk babi, pornografi, dan tembakau.

Namun, seringkali sulit untuk benar-benar mengetahui kegiatan bisnis para investor. Sehingga, para investor muslim yang ingin berinvestasi ke reksa dana syariah harus membersihkan pendapatan apapun yang berasal dari riba dengan memberikannya kepada badan amal atau yang membutuhkan. Proses ini dikenal sebagai “pemurnian” atau “pembersihan” dari pendapatan investasi yang tercemar. Para ahli juga sepakat bahwa pemurnian pendapatan investasi yang tercemar harus dilakukan secara anonim sehingga donor tidak menerima manfaat residual, seperti pengakuan pribadi atau pengurangan pajak.

0 0
33 %
Happy
33 %
Sad
0 %
Excited
33 %
Angry
0 %
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close